Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 April 2015

Harga Minyak Turun, Penerimaan Negara Menguap Rp 150 Triliun

Rendahnya harga minyak dunia menjadi salah satu tantangan dalam mewujudkan APBN ideal. Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro menjelaskan, kendati pemerintah Joko Widodo telah melakukan reformasi subsidi energi, namun harga minyak yang turun berpengaruh signifikan terhadap ruang fiskal.

“Betul subsidi sudah ada reformasi, sudah tidak membebani anggaran. Tetapi harga minyak masih rendah, selain akan berpengaruh terhadap bagi hasil ke daerah, itu akan terasa juga di pusat. Tahun 2015 ini saja kita kehilangan Rp 150 triliun dari penurunan harga minyak dan juga produksi,” kata Bambang, Jakarta, Rabu (29/4/2015).

Secara umum Bambang menaksir, harga minyak belum beranjak naik pada tahun 2016 mendatang. Dengan rendahnya harga minyak tersebut, Bambang memastikan penerimaan negara menjadi terbatas, demikian pula dengan ruang fiskal.

Bambang mengatakan, selain dari penurunan harga minyak, tantangan menuju APBN ideal adalah adanya mandatory spending, di antaranya adalah anggaran pendidikan (20 persen), anggaran kesehatan (5 persen), transfer ke daerah (26,5 persen dari penerimaan netto), serta pembayaran bunga utang.

“Beberapa subsidi yang masih ada, seperti subsidi listrik, pupuk, raskin, LPG 3 kg, itu harus dilakukan. Terus yang baru kita luncurkan dana desa 10 persen dari dana perimbangan. Itu adalah mandatory spending yang sudah harus ada dalam APBN,” ucap Bambang.


Senin, 20 April 2015

Pulitzer Utama 2015 Diraih Koran The Post and Courier

Penghargaan Pulitzer untuk kategori jurnalistik yang paling bergengsi tahun ini jatuh untuk koran The Post and Courier dari Charleston, Amerika Serikat.

Koran dengan karyawan 80 orang dan sirkulasi harian 85.000 eksemplar itu merebut medali emas untuk kategori pelayanan publik.

Laporan khusus yang mengantarkan kemenangan itu berjudul Till Death Do Us Part atau Sampai Kematian Memisahkan Kita, tentang tingginya jumlah kematian akibat kekerasan rumah tangga.

Tahun lalu Pulitzer untuk kategori ini diraih oleh koran The Guardian, Inggris, dan The Washington Post, Amerika Serikat, karena serangkaian berita tentang kegiatan penyadapan badan keamanan nasional Amerika Serikat, yang dibocorkan Edward Snowden.

Pemenang untuk berita terkini adalah The Seattle Times untuk liputan internet atas bencana longsor lumpur di Washington yang menewaskan 43 orang.

Sementara untuk kategori investigasi diarih oleh Eric Lipton, wartawan The New York Times, dan para karyawan The Wall Street Journal.

The New York Times mendapat dua penghargaan jurnalistik lainnya, yaitu untuk liputan internasional dan fotografi.

Pengumuman penghargaan yang bergengsi ini disampaikan di Universitas Columbia, New York, Senin 20 April.

Artikel Lainnya :

http://www.forumbebas.com/thread-213393.html
http://rennyhermawan.over-blog.com/2015/04/nusantarapoker-com-agen-texas-poker-dan-domino-online-tanpa-robot-terpercaya.html
http://rennyhermawan.indonesiaz.com/nusantarapoker-com-agen-texas-poker-dan.xhtml
http://www.lautanindonesia.com/blog/malemjumat/blog/76232/nusantarapokercom-agen-texas-poker-dan-domino-online-tanpa-robot-terpercaya

Senin, 23 Maret 2015

Indosat Tantang Medina Berkompetisi dengan 650 Pecatur via Online

Muda dan berprestasi. Itulah Media Warda Aulia, seorang gadis belia yang berhasil meraih gelar Woman Grand Master (WGM) Indonesia dan Woman International Master (WIM) pada tahun 2011. Medina yang saat itu baru berusia 14 tahun dikenal sebagai WGM termuda di Indonesia.
Pada 28 Maret 2015, Medina akan mengikuti sebuah kompetisi catur online secara simultan terbesar di Indonesia dan dunia, yaitu Indosat Grand Master Chess Match. Di ajang yang diselenggarakan oleh Indosat ini, Medina akan ditantang 650 pecatur muda dari seluruh Indonesia via online.
Dengan jumlah partisipan yang begitu banyak, Indosat Grand Master Chess Match akan tercatat dalam Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Bahkan, ajang ini telah didaftarkan untuk dicatat dalam Guiness World Records sebagai kompetisi catur online terbesar atau dengan jumlah peserta terbanyak dalam sejarah.
“Kompetisi catur online ini bertujuan untuk mendorong pelajar Indonesia untuk bermain sekaligus belajar strategi melalui permainan catur. Kami ingin memberikan pengalaman bagi generasi muda Indonesia dalam memanfaatkan teknologi data dan aplikasi terkini untuk sesuatu yang bermanfaat dan menyenangkan. Aplikasi permainan yang berbasis smartphone ini juga diharapkan dapat mendorong migrasi dari feature phone sehingga pelanggan Indosat dapat menikmati pengalaman gaya hidup digital terbaik yang didukung oleh jaringan baru Indosat,” ujar Alexander Rusli, President Director & CEO Indosat.
Medina sendiri merasa sangat antusias untuk mengikuti Indosat Grand Master Chess Match. Melalui kompetisi ini, ia akan mencoba membuktikan kemampuannya dalam menghadapi 650 pecatur lain secara bersamaan melalui dunia maya.
“Saya sangat gembira dan berterima kasih mendapat kesempatan untuk terlibat dalam kompetisi ini. Saya ingin mengajak generasi muda lainnya yang memiliki hobi dan ketertarikan dengan olahraga catur, untuk bisa berprestasi dalam olahraga catur sekaligus menjadikan kegiatan ini sebagai kegiatan positif untuk mengembangkan diri ke depan,” ucap pecatur
Untuk berpartisipasi dalam ajang ini, para peserta harus mengunduh aplikasi “Jago Catur” yang tersedia di Google Play Store™ dan melakukan registrasi. Selain itu, peserta adalah pelanggan prabayar dan paskabayar Indosat di seluruh Indonesia dengan usia maksimal 22 tahun.
Ada dua tahap yang akan dilalui para peserta, yaitu pertandingan online yang dilaksanakan pada 28 Maret 2015 dan babak Grand Final untuk 10 finalis terbaik yang akan dilaksanakan secara offline pada 30 Maret 2015 di Jakarta.
Indosat telah menyiapkan Grand Prize berupa satu unit mobil Toyota Agya untuk satu finalis terakhir dan juga hadiah senilai ratusan juta rupiah bagi para peserta. Bila Anda tertarik untuk mengetahui informasi lebih lanjut tentang Indosat Grand Master Chess Match,

Kamis, 19 Maret 2015

Ahok Kenal Rina Bukan sebagai Anak Alex Usman

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) turut menanggapi ihwal pemeriksaan Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Dikmenti Suku Dinas Jakarta Barat, Alex Usman dalam kasus pengadaan Uninterruptible Power Supply (UPS).

Saat disinggung soal nama Rina Aditya, Ahok mengaku tidak mengetahui bahwa Rina merupakan anak Alex Usman.

"Saya tidak kenal Rina sebagai anak Alex Usman tetapi saya kenal Rina waktu caleg dari Partai Gerindra," kata Ahok di Kantor Balai Kota, Jakarta, Kamis (19/3/2015).

Saat itu, sambung Ahok, dirinya mengaku pernah diminta Rina mengisi pengantar buku yang akan diterbitkannya.

"Waktu dia (Rina) datang dari caleg Gerindra dia pinta saya untuk mengisi pengantar dibukunya, tapi menurut saya isinya terlalu ngeri, saya enggak mau lah," ungkap Ahok.

Saat disinggung pula terkait dugaan pengunaan buku yang menggunakan APBD DKI Jakarta 2014 sebagai sarana Rina untuk melakukan kampanye, kata Ahok, dirinya tidak mengetahui hal tersebut. "Enggak tahu saya, saya juga enggak pernah tahu dia anak anak Alex Usman," tandas Ahok.

Sekadar diketahui, pascadiperiksanya sang ayah Alex Usman, anggota DPRD DKI, Rina Aditya dari Fraksi Partai Gerindra tidak pernah terlihat di Gedung DPRD DKI Jakarta.
Rina juga diketahui sebagai pengusaha yang juga membawahi banyak perusahaan. Di antaranya perusahaan yang bergerak di bidang alat teknologi serta alat peraga pendidikan yang berbasis pada teknologi terbaru untuk kemajuan dunia pendidikan.

http://bloggalagreece2010.blogspot.com/2015/03/banyu-biru-ingin-kbm-jembatani-anak.html
http://nurhidayahnoordinaida.blogspot.com/2015/03/ini-isi-sms-ancaman-bunuh-jokowi.html
http://safiadboutique.blogspot.com/2015/03/kpi-talkshow-ahok-lecehkan-ruang-publik.html
http://hikayatterencat.blogspot.com/2015/03/polisi-telusuri-keterlibatan-chep.html
http://amieyra2406.blogspot.com/2015/03/jk-sebut-video-isis-mujahid-cilik.html
http://lexicorn.blogspot.com/2015/03/korupsi-pengadaan-buku-buddha-kejaksaan.html
http://rbc4u.blogspot.com/2015/03/wapres-jk-apa-alasan-mencabut.html
http://masadajack.blogspot.com/2015/03/dukungan-adanya-keadilan-dalam-kasus.html
http://kang-faisal.blogspot.com
http://interpedia.blogspot.com